thebluesiana.com - Cesc Fabregas mengenang masa-masa awalnya bekerja sama dengan Antonio Conte di Chelsea. Masa-masa itu adalah masa yang tidak menyenangkan karena Cesc tersingkir dari tim utama.
Conte datang awal musim lalu. Di Chelsea, pada walnya ia sempat kesulitan dan memperloleh hasil yang tidak konsisten. Lalu kemudian ia mengubah formasinya menjadi 3-4-3 yang saat itu tidak begitu familiar di Liga Inggris. Conte memilih Nemanja Matic dan N’Golo Kante sebagai duet gelandang tengah dan melempar Fabregas ke bangku cadangan.
Baca Juga: Essien Yakin Chelsea Masih Bisa Mempertahankan Gelar Juara
Taktik ini sempat membuat Fabregas tersingkir dari tim utama. Hingga awal Desember tahun lalu, Fabregas hanya bisa tampil empat kali dalam skema Antonio Conte.
Fakta tersebut berbeda 180 derajat dibanding tahun ini. Fabregas menjadi salah satu pemain kunci yang hampir tak pernah tidak dimainkan Conte. Sepanjang musim dalam semua kompetisi, Fabregas hanya diberi jatah istirahat dua kali.
Baca Juga: Conte Merasa Jadwal Premier League Rugikan Chelsea
Fabregas menyebut perubahan ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Di balik statusnya dari pemain cadangan hingga kembali menjadi pemain vital dalam skema Conte, terdapat kerja keras dan pengorbanan yang luar biasa.
Ia menceritakan, ketika ia tersingkir dari tim utama, ia sempat khawatir dengan masa depannya di Chelsea. Ia bahkan sempat hampir menyerah dan mencari jalan keluar dari klub.
Baca Juga: Conte Ingin Klub Segera Perpanjang Kontrak Dou Belgia Ini
“Saya akan berbohong jika mengatakan saya tidak khawatir pada saat itu,” kata Fabregas sebagaimana dikutip dari Daily Mail.
“Mungkin kata khawatir tidak terlalu tepat. Tapi coba bayangkan, saya tidak bermain dan tidak menjadi bagian dari rencananya.”
“Pada titik itu Anda dapat melakukan satu dari dua hal. Anda menyerah dan menerima bahwa Anda bukan bagian dari rencana klub di masa depan atau Anda dapat melakukan seperti yang telah saya lakukan - rendahkan ego Anda, jadilah rendah hati, bekerja dan berlatih keras setiap hari, dan tunjukkan kepada pelatih Anda bahwa ia salah mencadangkan Anda dan (buktikan) bahwa dia dapat mempercayai Anda dalam tim ini.”
“Setiap saya mendapat kesempatan, saya memberikan kemampuan terbaik saya. Dari sana, hubungan baik kami kemudian mulai tercipta.”
Fabregas benar. Beberapa kali dalam setengah musim kemarin Conte bahkan mengubah skemanya untuk mengakomodasi Cesc ke dalam tim. Ia mengubah skema 3-4-3 menjadi 3-4-1-2 dengan Febregas sebagai gelandang di belakang dua penyerang. Pada akhir musim, Conte bahkan bersedia melepas Matic dan memberikan tempatnya untuk Fabregas.
“Sekarang saya bisa mengatakan hubungan kami fantastis. Saya mengerti filosofinya dan saya harus mengatakan saya sangat bangga dengan hal ini. Saya sangat bahagia dengan keberadaan saya saat ini dan itu semua terjadi berkat kepercayaan dan kerja keras.”
Perjalanan Fabregas dengan Conte musim ini masih panjang. Namun Fabregas bersama seluruh tim masih mengirimkan pesan yang jelas: mereka masih berada dalam jalur persaingan gelar di liga, mereka telah lolos ke babak 16 besar Liga Champion, dan mereka juga masih berkompetisi di Piala Liga dan Piala FA.
Dengan waktu yang masih panjang, persaingan untuk gelar masih terbuka.
Conte datang awal musim lalu. Di Chelsea, pada walnya ia sempat kesulitan dan memperloleh hasil yang tidak konsisten. Lalu kemudian ia mengubah formasinya menjadi 3-4-3 yang saat itu tidak begitu familiar di Liga Inggris. Conte memilih Nemanja Matic dan N’Golo Kante sebagai duet gelandang tengah dan melempar Fabregas ke bangku cadangan.
Baca Juga: Essien Yakin Chelsea Masih Bisa Mempertahankan Gelar Juara
Taktik ini sempat membuat Fabregas tersingkir dari tim utama. Hingga awal Desember tahun lalu, Fabregas hanya bisa tampil empat kali dalam skema Antonio Conte.
Fakta tersebut berbeda 180 derajat dibanding tahun ini. Fabregas menjadi salah satu pemain kunci yang hampir tak pernah tidak dimainkan Conte. Sepanjang musim dalam semua kompetisi, Fabregas hanya diberi jatah istirahat dua kali.
Baca Juga: Conte Merasa Jadwal Premier League Rugikan Chelsea
Fabregas menyebut perubahan ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Di balik statusnya dari pemain cadangan hingga kembali menjadi pemain vital dalam skema Conte, terdapat kerja keras dan pengorbanan yang luar biasa.
Ia menceritakan, ketika ia tersingkir dari tim utama, ia sempat khawatir dengan masa depannya di Chelsea. Ia bahkan sempat hampir menyerah dan mencari jalan keluar dari klub.
Baca Juga: Conte Ingin Klub Segera Perpanjang Kontrak Dou Belgia Ini
“Saya akan berbohong jika mengatakan saya tidak khawatir pada saat itu,” kata Fabregas sebagaimana dikutip dari Daily Mail.
“Mungkin kata khawatir tidak terlalu tepat. Tapi coba bayangkan, saya tidak bermain dan tidak menjadi bagian dari rencananya.”
“Pada titik itu Anda dapat melakukan satu dari dua hal. Anda menyerah dan menerima bahwa Anda bukan bagian dari rencana klub di masa depan atau Anda dapat melakukan seperti yang telah saya lakukan - rendahkan ego Anda, jadilah rendah hati, bekerja dan berlatih keras setiap hari, dan tunjukkan kepada pelatih Anda bahwa ia salah mencadangkan Anda dan (buktikan) bahwa dia dapat mempercayai Anda dalam tim ini.”
“Setiap saya mendapat kesempatan, saya memberikan kemampuan terbaik saya. Dari sana, hubungan baik kami kemudian mulai tercipta.”
Fabregas benar. Beberapa kali dalam setengah musim kemarin Conte bahkan mengubah skemanya untuk mengakomodasi Cesc ke dalam tim. Ia mengubah skema 3-4-3 menjadi 3-4-1-2 dengan Febregas sebagai gelandang di belakang dua penyerang. Pada akhir musim, Conte bahkan bersedia melepas Matic dan memberikan tempatnya untuk Fabregas.
“Sekarang saya bisa mengatakan hubungan kami fantastis. Saya mengerti filosofinya dan saya harus mengatakan saya sangat bangga dengan hal ini. Saya sangat bahagia dengan keberadaan saya saat ini dan itu semua terjadi berkat kepercayaan dan kerja keras.”
Perjalanan Fabregas dengan Conte musim ini masih panjang. Namun Fabregas bersama seluruh tim masih mengirimkan pesan yang jelas: mereka masih berada dalam jalur persaingan gelar di liga, mereka telah lolos ke babak 16 besar Liga Champion, dan mereka juga masih berkompetisi di Piala Liga dan Piala FA.
Dengan waktu yang masih panjang, persaingan untuk gelar masih terbuka.
