Musim 2016/2017 juara beratahan
Chelsea tampil brilian. Terutama setelah menelan kekalahan dari Liverpool dan
Arsenal, hingga dipenghujung musim keluar sebagai juara Liga Inggris. Itu
menjadi juara kali keenam bagi The Blues.
Namun, yang perlu diingat mereka
tak hanya mendapatkan gelar juara. Chelsea juga mampu menyamakan rekor Arsenal
yaitu menang secara berturut-turut sebanyak 13 kali dan yang juga tak kalah
penting adalah strategi yang diterapkan oleh pelatih baru mereka pada waktu
itu. Skema tiga bek-nya yang diusung oleh Antonio Conte mampu membuat Chelsea
tampil superior dan itu terjadi setelah Arsenal mempermalukan mereka.
Sejatinya, formasi tiga bek yang
diterapkan Conte hingga akhir musim bukanlah keinginan utamanya dari awal musim
dan itu hanyalah rencana B mereka. Namun, setelah menelan kekalahan dari
Liverpool dan Arsenal yang membuat mereka tak berdaya itu, Conte mulai berpikir
keras, hingga akhirnya dia memutuskan menggunakan formasi yang dulu pernah ia
pakai saat melatih Juventus dan Timnas Italia itu.
Sistem tiga bek Chelsea yang
diterapkan pelatih Italia itu juga tak akan berjalan dengan mulus jika tidak
didukung dengan kualitas pemain yang mampu bertahan dengan baik serta cepat
dalam menyerang. Seperti Marcos Alonso, Victor Moses, David Luis, Matic, dan
Kante.
Kini, menyambut musim 2017/2018
yang dimulai akhir pekan ini beberapa pemain inti dari strategi tiga bek Conte
itu, kemungkinan tidak lagi memperkuat The
Blues. Matic tiba-tiba saja dijual ke rivalnya Manchester United. Diego
Costa setelah berbeda haluan dengan Antonio Conte, kental dikabarkan sudah
tidak betah lagi di Stamford Bridge, ia minta dijual ke Atletico Madrid.
Namun, Atletico kini sedang dalam
masa sangsi transfer dari penyelenggara La Liga. Artinya, kalau pun Atletico mau
menampung Costa mereka harus menunggu sangsi itu dicabut terlebih dahulu untuk
memulangkan pemain lamanya itu.
Pilar utama mereka di lini serang,
Eden Hazard juga masih dalam masa pemulihan dari cedera yang dialaminya saat
membela tim nasionyalnya pada Juni lalu. Dapat dipastikan Hazard tidak bisa
tampil dari awal musim ini.
Lini belakang
Nama David Luis adalah bek yang
paling diingat dalam sistem tiga bek milik Antonio Conte. Dia mampu tampil
stabil hampir disetiap pertandingan yang dilakoni Chelsea.
Luis mampu tampil sebagai center
bek dengan dinamis. Dia tau taiming kapan harus bertahan dan kapan saatnya
untuk menyerang. Dia bahkan tidak jarang tiba-tiba saja sudah berada di depan
gawang lawan.
Selain David Luis, dua wing bek
mereka yaitu Marcos Alonso dan Victor Moses juga tak kalah apik. Kedua wing bek
ini bahkan tak jarang naik turun menyisir lebar lapangan demi menjemput bola
dan berperan dalam proses penyerangan Chelsea. Tak jarang pula alur serangan
mereka berasal dari pingir lapangan, baik dari Moses maupun Alonso.
Lini Tengah
Di lapangan tengah, ada Kante yang
bergabung pada awal musim 2016/2017 dari Leicester. Playmaker 25 tahun itu
dibandrol dengan harga 32 juta pounds. Setelah pada musim sebelumnya tampil oke
bersama The Foxes, tahun lalu ia
tampil semakin menggila bersama pasukan Antonio Conte. Alhasil ia mempu
mencicipi dua kali gelar Premier League dengan dua klub berbeda secara
berturut-turut, 2016 dan 2017.
Kante, selain berperan penting
untuk memutuskan serangan yang dibangun lawan-lawan yang dihadapi Chelsea, ia
juga berperan untuk mengalirkan bola ke lini serang yang di motori oleh Eden
Hazard dan Pedro ditambah Costa sebagai ujung tombak.
Di sampiing Kante ada juga Nemanja
Matic yang berperan sebagai gelandang box to box. Ia mampu tampil dengan padu
bersama Kante. Matic juga aktif dalam hal menyerang dan membantu lini
pertahanan yang digalang oleh David Luis, Cahill, dan Azpilicueta.
Tapi jangan lupa dengan Ces
Fabregas. Walaupun ia jarang tampil dari awal dan sering dibangku cadangkan
oleh Conte, namun saat diberikan kepercayaan ia tidak menyia-nyiakan kesempatan
itu. Ia bahkan tampil dinamis di hadapan kotak penalty lawan. Namun, jika asik
menyerang, Fabregas terlalu lama untuk kembali membantu pertahanan The Blues.
Lini Serang
Diego Costa yang musim lalu mampu
melesatkan 20 gol di pentas Premier League sekaligus top skor untuk klubnya
menjadi andalan Antonio Conte di lini depan Chelsea, seakan tidak ada
penggantinya. Bahkan jika ia tidak bisa tampil, tak jarang Conte juga tak
menurunkan pelapisnya Michi Batshuayi, ia lebih suka meramu strategi dengan
menempatkan Eden Hazard di depan sebagai false
nine.
Selain Costa, di lini serang
Chelsea juga ada Hazard dan Pedro di belakangnya yang diberikan kebebasan
bergerak. Tak jarang mereka berbalik posisi jika menemukan kebuntuan di
sepertiga akhir pertahanan lawan.
Kecepatan dan kelihaian olah bola
Hazard tak jarang membuat pertahanan lawan kerepotan. Namun, jika hazard harus
absen sangat sering penyerangan Chelsea menuai kebuntuan. Ini terlihat saat
Hazard absen beberapa kali.
Kini, musim 2017/2018 segera
dimulai, beberapa pemain yang musim lalu berperan penting memenangkan Premier
League tidak akan tampil lagi. Hazard masih dalam masa pemulihan, Costa
kemungkinan dibangku panjangkan. Matic yang biasanya berduet dengan Kante sudah
dijual.
Di barisan belakang ada nama Kurt
Zouma yang biasa turun sebagai pemain pengganti dipinjamkan ke Stoke City. Satu
lagi, sang kapten, John Terry yang memilih pindah setelah membela Chelsea
selama 19 tahun (1998-2017).
Untuk menggantikan beberapa pemain
itu, pihak klub sudah mendatangkan striker Alvaro Morata dari Real Madrid dengan
harga Rp1,3 triliun. Di lini pertahanan ada nama Antonio Rudiger yang
didatangkan dari AS Roma dengan harga Rp510 miliar. Ada juga Tiemoue Bakayoko
yang harga Rp593 miliar di lini tengah menggantikan Matic. Satu lagi, mereka
juga membeli Willy Caballero sebagai pelapis Courtois setelah ditinggal Asmir
Bagovic yang hijrah ke Bournemouth.
Dengan komposisi pemain di atas
ditambah lagi mereka harus bermain di Liga Champion musim depan, akankah
Chelsea mampu tampil konsisten seperti tahun lalu. Ataukah kembali akan
mengulang kisah yang sama seperti Mourinho pada musim 2015/2016? Mari kita
lihat dan nikmati saja permainan ini!
