Sejauh Mana Kekuatan Chelsea Musim Depan? -->

Sejauh Mana Kekuatan Chelsea Musim Depan?

Jumat, 11 Agustus 2017, Agustus 11, 2017

Musim 2016/2017 juara beratahan Chelsea tampil brilian. Terutama setelah menelan kekalahan dari Liverpool dan Arsenal, hingga dipenghujung musim keluar sebagai juara Liga Inggris. Itu menjadi juara kali keenam bagi The Blues.

Namun, yang perlu diingat mereka tak hanya mendapatkan gelar juara. Chelsea juga mampu menyamakan rekor Arsenal yaitu menang secara berturut-turut sebanyak 13 kali dan yang juga tak kalah penting adalah strategi yang diterapkan oleh pelatih baru mereka pada waktu itu. Skema tiga bek-nya yang diusung oleh Antonio Conte mampu membuat Chelsea tampil superior dan itu terjadi setelah Arsenal mempermalukan mereka.

Sejatinya, formasi tiga bek yang diterapkan Conte hingga akhir musim bukanlah keinginan utamanya dari awal musim dan itu hanyalah rencana B mereka. Namun, setelah menelan kekalahan dari Liverpool dan Arsenal yang membuat mereka tak berdaya itu, Conte mulai berpikir keras, hingga akhirnya dia memutuskan menggunakan formasi yang dulu pernah ia pakai saat melatih Juventus dan Timnas Italia itu.

Sistem tiga bek Chelsea yang diterapkan pelatih Italia itu juga tak akan berjalan dengan mulus jika tidak didukung dengan kualitas pemain yang mampu bertahan dengan baik serta cepat dalam menyerang. Seperti Marcos Alonso, Victor Moses, David Luis, Matic, dan Kante.

Kini, menyambut musim 2017/2018 yang dimulai akhir pekan ini beberapa pemain inti dari strategi tiga bek Conte itu, kemungkinan tidak lagi memperkuat The Blues. Matic tiba-tiba saja dijual ke rivalnya Manchester United. Diego Costa setelah berbeda haluan dengan Antonio Conte, kental dikabarkan sudah tidak betah lagi di Stamford Bridge, ia minta dijual ke Atletico Madrid.

Namun, Atletico kini sedang dalam masa sangsi transfer dari penyelenggara La Liga. Artinya, kalau pun Atletico mau menampung Costa mereka harus menunggu sangsi itu dicabut terlebih dahulu untuk memulangkan pemain lamanya itu.

Pilar utama mereka di lini serang, Eden Hazard juga masih dalam masa pemulihan dari cedera yang dialaminya saat membela tim nasionyalnya pada Juni lalu. Dapat dipastikan Hazard tidak bisa tampil dari awal musim ini.

Lini belakang

Nama David Luis adalah bek yang paling diingat dalam sistem tiga bek milik Antonio Conte. Dia mampu tampil stabil hampir disetiap pertandingan yang dilakoni Chelsea.

Luis mampu tampil sebagai center bek dengan dinamis. Dia tau taiming kapan harus bertahan dan kapan saatnya untuk menyerang. Dia bahkan tidak jarang tiba-tiba saja sudah berada di depan gawang lawan.

Selain David Luis, dua wing bek mereka yaitu Marcos Alonso dan Victor Moses juga tak kalah apik. Kedua wing bek ini bahkan tak jarang naik turun menyisir lebar lapangan demi menjemput bola dan berperan dalam proses penyerangan Chelsea. Tak jarang pula alur serangan mereka berasal dari pingir lapangan, baik dari Moses maupun Alonso.

Lini Tengah

Di lapangan tengah, ada Kante yang bergabung pada awal musim 2016/2017 dari Leicester. Playmaker 25 tahun itu dibandrol dengan harga 32 juta pounds. Setelah pada musim sebelumnya tampil oke bersama The Foxes, tahun lalu ia tampil semakin menggila bersama pasukan Antonio Conte. Alhasil ia mempu mencicipi dua kali gelar Premier League dengan dua klub berbeda secara berturut-turut, 2016 dan 2017.

Kante, selain berperan penting untuk memutuskan serangan yang dibangun lawan-lawan yang dihadapi Chelsea, ia juga berperan untuk mengalirkan bola ke lini serang yang di motori oleh Eden Hazard dan Pedro ditambah Costa sebagai ujung tombak.

Di sampiing Kante ada juga Nemanja Matic yang berperan sebagai gelandang box to box. Ia mampu tampil dengan padu bersama Kante. Matic juga aktif dalam hal menyerang dan membantu lini pertahanan yang digalang oleh David Luis, Cahill, dan Azpilicueta.

Tapi jangan lupa dengan Ces Fabregas. Walaupun ia jarang tampil dari awal dan sering dibangku cadangkan oleh Conte, namun saat diberikan kepercayaan ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia bahkan tampil dinamis di hadapan kotak penalty lawan. Namun, jika asik menyerang, Fabregas terlalu lama untuk kembali membantu pertahanan The Blues.

Lini Serang

Diego Costa yang musim lalu mampu melesatkan 20 gol di pentas Premier League sekaligus top skor untuk klubnya menjadi andalan Antonio Conte di lini depan Chelsea, seakan tidak ada penggantinya. Bahkan jika ia tidak bisa tampil, tak jarang Conte juga tak menurunkan pelapisnya Michi Batshuayi, ia lebih suka meramu strategi dengan menempatkan Eden Hazard di depan sebagai false nine.

Selain Costa, di lini serang Chelsea juga ada Hazard dan Pedro di belakangnya yang diberikan kebebasan bergerak. Tak jarang mereka berbalik posisi jika menemukan kebuntuan di sepertiga akhir pertahanan lawan.

Kecepatan dan kelihaian olah bola Hazard tak jarang membuat pertahanan lawan kerepotan. Namun, jika hazard harus absen sangat sering penyerangan Chelsea menuai kebuntuan. Ini terlihat saat Hazard absen beberapa kali.

Kini, musim 2017/2018 segera dimulai, beberapa pemain yang musim lalu berperan penting memenangkan Premier League tidak akan tampil lagi. Hazard masih dalam masa pemulihan, Costa kemungkinan dibangku panjangkan. Matic yang biasanya berduet dengan Kante sudah dijual.

Di barisan belakang ada nama Kurt Zouma yang biasa turun sebagai pemain pengganti dipinjamkan ke Stoke City. Satu lagi, sang kapten, John Terry yang memilih pindah setelah membela Chelsea selama 19 tahun (1998-2017).

Untuk menggantikan beberapa pemain itu, pihak klub sudah mendatangkan striker Alvaro Morata dari Real Madrid dengan harga Rp1,3 triliun. Di lini pertahanan ada nama Antonio Rudiger yang didatangkan dari AS Roma dengan harga Rp510 miliar. Ada juga Tiemoue Bakayoko yang harga Rp593 miliar di lini tengah menggantikan Matic. Satu lagi, mereka juga membeli Willy Caballero sebagai pelapis Courtois setelah ditinggal Asmir Bagovic yang hijrah ke Bournemouth.

Dengan komposisi pemain di atas ditambah lagi mereka harus bermain di Liga Champion musim depan, akankah Chelsea mampu tampil konsisten seperti tahun lalu. Ataukah kembali akan mengulang kisah yang sama seperti Mourinho pada musim 2015/2016? Mari kita lihat dan nikmati saja permainan ini!

TerPopuler